Friday, 26 December 2014

Kaleidoskop 2014

pic from netrpeliva.blogspot.com

Wah! Nggak kerasa tahun 2014 tinggal menghitung hari, lima hari lagi! Dan saya banyak bersyukur di tahun ini, saya dipercaya untuk memeriksa cukup banyak naskah, dan cukup banyak naskah juga yang saya periksa yang diterbitkan di tahun ini---beberapa adalah hasil kerja di tahun sebelumnya. Untuk merangkumnya, berikut adalah rincian buku hasil pemeriksaan saya, di tiap bulannya:

Januari

You Are The Apple of My Eye by Penerbit Haru, my role is as proofreader
The Last 2% by Penerbit Haru, my role is as proofreader
Retak, by Grasindo, my role is as editor
Soulmate on the Backstage, my role is as editor

Februari

(untuk bulan ini tidak ada naskah yang saya periksa yang diterbitkan^^)

Maret

The After-Dinner Mysteries by Penerbit Haru, my role is as proofreader
Wishing Her to Die by Penerbit Haru, my role is as proofreader
7 Divisi by Grasindo, my role is as editor
My Journey Begins by NulisBuku, my role is as editor

April

Telaga Rindu by Grasindo, my role is as editor

Mei

Who Are You by Penerbit Haru, my role is as proofreader

Juni
Bordeaux Tiga by Grasindo, my role is as editor
Girls in the Dark by Penerbit Haru, my role is as proofreader
People Like Us by Penerbit Haru, my role is as proofreader

Juli, Agustus, September
(untuk bulan-bulan ini tidak ada naskah yang saya periksa yang diterbitkan^^)

Oktober

Misteri Buku Harian Johanna by Gramedia Pustaka Utama, my role is as editor
Moon in the Spring by Penerbit Haru, my role is as proofreader
Sweet Home by Penerbit Haru, my role is as proofreader
Pangeran Kertas by Gramedia Pustaka Utama, my role is as editor
Zero CLass #2 - Revelation by Gramedia Pustaka Utama, my role is as editor

November
Fangirl by Penerbit Spring, my role is as proofreader
Bonus Track by Penerbit Haru, my role is as proofreader
Cheeky Romance - repackaged by Penerbit Haru, my role is as proofreader

Desember

A Painting of Pains by Gramedia Pustaka Utama, my role is as editor
Single Ville by Penerbit Haru, my role is as proofreader

Puji Tuhan, selama setahun ini ada 13 buku hasil pengerjaan proofreading saya, dan 10 hasil editing. Kedua puluh tiga buku tersebut berasal dari tiga penerbit mayor dan satu kerjaan dari teman yang menerbitkan buku lewat jalur indie di Nulis Buku.

Banyak hal yang saya dapat selama mengerjakan naskah-naskah tersebut. Hobi baca cerita saya tersalurkan, semakin menambah relasi terutama teman-teman penulis dan editor, menambah ilmu dan tentunya... menambah pemasukan setiap bulannya. Hehehe. 

Di tahun yang baru mendatang, 2015, saya masih berharap saya tetap bisa mendapatkan proyek-proyek baru di pemeriksaan naskah. Cuma, saya tidak menargetkan akan berapa buku yang diterbitkan dari hasil pemeriksaan saya. Karena... beberapa hari lalu saya memutuskan untuk mulai bekerja penuh waktu lagi di suatu perusahaan swasta, menurut bidang ilmu saya sesungguhnya: Akuntansi. 

Yep, setelah setahun freelance dengan kondisi keuangan yang, yah, bisa dibilang labil, hehe... saya merasa saya harus punya satu pegangan kerjaan tetap lagi. Dan ternyata jodohnya saya diterima menjadi tenaga akunting di satu perusahaan di Jakarta. Inginnya tetap freelance jadi editor dan proofreader, tetapi pasti akan berkurang karena saya mengutamakan pekerjaan tetap saya.  Well, goodbye 2014, thank you for the amazing journey. And i'm kinda ready for 2015! ^_^


Tuesday, 16 December 2014

Single Ville [Proofreading]

Judul: Single Ville 
Penulis: Choi Yun Kyo 
Penerbit: Haru 
Genre: Korea, Terjemahan, Drama, Romance 
Terbit: Desember 2014 
Tebal: 308 halaman 
Harga: Rp65.000,00 

Sinopsis

Di Tempat Ini Apa pun Mungkin Terjadi!
Kecuali Percintaan

Apakah Anda sudah lelah akan cinta?
Apakah Anda sudah bosan hidup Anda diganggu orang lain?
Inilah Single Ville, sebuah cottage yang modern.
Syaratnya hanya satu: single!
Mulailah sekarang juga, kehidupan yang menyenangkan tanpa cinta.

Enam orang, yang terdiri atas laki-laki dan perempuan, akan menjadi penghuni Single Ville.
Mereka adalah orang-orang yang terpilih melalui persaingan ketat dengan tingkat persaingan 1:1000.

Akan tetapi, yang menanti mereka di tempat itu bukanlah kehidupan yang tenang.
Setiap hari berbagai peristiwa aneh dan misterius menimpa orang-orang yang memimpikan kehidupan lajang yang indah. Mulai dari jendela yang pecah, seorang penguntit meninggalkan tulisan aneh di kamar mandi, tersangka pembunuhan yang berkeliaran, dan… pelanggar peraturan utama Single Ville.

Akankah mereka menikmati ketenangan yang mereka dambakan?

Lalu, siapakah yang nantinya akan menerima hukuman karena jatuh cinta?

A Painting of Pains [Editing]

Judul: A Painting of Pains
Penulis: Hanna Natasha
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: Lokal, Amore, Dewasa muda, Keluarga, Drama, Romance
Terbit: Desember 2014
Tebal: 224 halaman
Harga: Rp53.000,00

Sinopsis

Nadia nyaris gila ketika ibunya melarang hubungannya dengan Raffy, dengan alasan bahwa pria yang amat dicintainya itu ternyata kakak tirinya! Ia tak menyangka bahwa selama ini ia dicekoki kebohongan demi kebohongan oleh sang ibu.

Meski berat, Nadia berusaha mengendalikan diri agar tak terjebak dalam cinta terlarang.
Membendung perasaannya kuat-kuat.

Tapi bagaimana caranya menghapus perasaan yang begitu dalam?

Mampukah Nadia berdamai dengan segala kepahitan dalam hidupnya dan menemukan cinta yang menggantikan segala hal manis yang direnggut darinya?

Monday, 3 November 2014

Cheeky Romance - repackaged [Proofreading]

Judul: Cheeky Romance (repackaged)
Penulis: Kim Eun Jeong
Penerbit: Haru
Genre: Korea Terjemahan, Dewasa muda, Keluarga, Drama, Romance
Terbit: November 2014
Tebal: 450 halaman
Harga: Rp69.000,00
Sinopsis

Wanita yang tingkahnya tidak terduga, “si ibu hamil nasional”, vs laki-laki yang selalu dianggap sempurna,“si dokter nasional”.

Aku adalah seorang reporter. Saat aku sedang bekerja, di tengah syuting, muncul seorang dokter kandungan yang marah-marah seperti orang gila dan menuduhku sebagai ibu hamil. Celakanya, acara itu sedang ditayangkan ke seluruh penjuru negeri. Akibatnya, aku dikenal sebagai “ibu hamil nasional”, bahkan sampai punya pahlawan pelindung segala.

Mendengar seseorang ingin menghapus anaknya, rasanya aku ingin segera menuntut perempuan itu. Suatu hari, aku bertemu lagi dengan perempuan bodoh itu. Berani-beraninya seorang ibu hamil minum alkohol di hadapanku, si dokter kandungan? Sampai makan kacang merah dan ikan fugu yang berbahaya bagi janin? Perempuan ini benar-benar kelewatan.

Sunday, 2 November 2014

Fangirl [Proofreading]

Judul: Fangirl
Penulis: Rainbow Rowell
Penerbit: Spring (imprint of Haru)
Genre: Barat Terjemahan, Dewasa muda, Keluarga, Drama, Romance
Terbit: November 2014
Tebal: 456 halaman
Harga: Rp74.000,00

Sinopsis

Cath dan Wren—saudari kembarnya—adalah penggemar Simon Snow. Oke, seluruh dunia adalah penggemar Simon Snow, novel berseri tentang dunia penyihir itu. Namun, Cath bukan sekadar fan. Simon Snow adalah hidupnya!

Cath bahkan menulis fanfiksi tentang Simon Snow menggunakan nama pena Magicath di Internet, dan ia terkenal! Semua orang menanti-nantikan fanfiksi Cath.

Semuanya terasa indah bagi Cath, sampai ia menginjakkan kaki ke universitas. Tiba-tiba saja, Wren tidak mau tahu lagi tentang Simon Snow,bahkan tak ingin menjadi teman sekamarnya! Dicampakkan Wren, dunia Cath jadi jungkir balik. Sendirian, ia harus menghadapi teman sekamar eksentrik yang selalu membawa pacarnya ke kamar, teman sekelas yang mengusik hatinya, juga profesor Penulisan Fiksi yang menganggap fanfiksi adalah tanda akhir zaman.

Seolah dunianya belum cukup terguncang, Cath juga masih harus mengkhawatirkan kondisi psikis ayahnya yang labil. Sekarang, pertanyaan buat Cath adalah: mampukah ia menghadapi semua ini?

Bonus Track [Proofreading]

Judul: Bonus Track
Penulis: Koshigaya Osamu
Penerbit: Haru
Genre: Jepang terjemahan, komedi, fantasi, romance
Terbit: November 2014
Tebal: 380 halaman
Harga: Rp65.000,00

Sinopsis

Aku sendiri pun terkejut. Aku tidak pernah berpikir akan menjadi hantu dan bergentayangan.

Kusano Tetsuya bekerja di sebuah restoran hamburger besar di kotanya. Suatu malam, saat ia pulang kerja sambil mengendarai mobilnya, ia menjadi saksi tabrak lari. Sebuah mobil sport hitam melaju dengan kencang, meninggalkan seorang pemuda bertubuh kecil tergeletak di jalanan di tengah hujan.

Kusano mencoba untuk menolong pemuda itu, bahkan sampai memberikan napas buatan. Namun semua sudah terlambat. Semalam suntuk ia harus memberikan pernyataan di kantor polisi.

Gara-gara itu, Kusano demam tinggi dan bahkan berhalusinasi. Pemuda korban tabrak lari itu muncul di kamarnya, tidur-tiduran di atas sofanya, dan bahkan berbuat usil!

Tapi, apa itu benar-benar hanya halusinasi? Halusinasi itu sendiri sih mengaku kalau ia adalah hantu….

Kadang bonus track itu sendiri malah lebih baik dibandingkan dengan keseluruhan album.

Saturday, 4 October 2014

Misteri Buku Harian Johanna [Editing]

Judul: Misteri Buku Harian Johanna
Penulis: Aulia Hazuki
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: Teenlit Indonesia, Misteri, Persahabatan
Terbit: Oktober 2014
Tebal: 232 halaman
Harga: Rp47.000,00

Sinopsis

Dharma dan kawan-kawan berencana menghabiskan liburan semester di vila kakeknya. Mereka tidak tahu bahwa vila kakek Dharma yang dulu ditempati keluarga Belanda itu menyimpan banyak misteri. Sampai akhirnya Lutfie menemukan diary Johanna yang menjadi awal petualangan panjang mereka.

Demi misi menuntaskan penasaran tentang isi diary Johanna, Dharma dan kawan-kawan bertualang menelusuri seluk-beluk vila. Mereka menemukan beberapa ruang rahasia, sampai akhirnya terjebak di dalam ruang bawah tanah bersama kerangka Johanna.

Lalu, bagaimana mereka bisa lolos? Dan kenapa Pak Zul, si tukang kebun, menginginkan kematian Dharma dan kawan-kawan di vila itu?

Thursday, 2 October 2014

Moon in the Spring [Proofreading]

Judul: Moon in the Spring
Penulis: Hyun Go Wun
Penerbit: Haru
Genre: Korea terjemahan, Fantasi, Keluarga, Romance, Drama
Terbit: September 2014
Tebal: 405 halaman
Harga: Rp67.000,00

Sinopsis

Di malam bulan purnama, seorang dewi terjebak bersama seorang pria berhati dingin dan licik di permukaan bumi.

Dewi Langit, Pria Bumi, lalu Malaikat Kematian….

Apakah wanita itu benar-benar tunanganku?

Pria itu bernama Kang Min-Hyuk, pria berhati dingin dan licik. Ia tidak tampak terkejut ketika tunangannya bangkit dari kematian. Ia tidak memiliki perasaan apa pun kepada wanita itu. Akan tetapi sesudah kejadian itu, wanita itu terlihat seperti wanita lain. Dan wanita itu tidak pernah bisa hilang dari pikirannya.

Apakah pria itu akan berhasil mengetahui identitasku yang sebenarnya?

Ji-Wan melanggar peraturan langit dan turun ke bumi untuk menggantikan posisi seorang wanita yang meninggal. Di sana, ia bertemu dengan Min-Hyuk, tunangan wanita yang ia gantikan. Sejak bertemu dengannya, Ji-Wan tahu bahwa pria itu adalah orang yang tidak mudah untuk dihadapi. Walaupun begitu, Ji-Wan berniat untuk bisa terus bertahan di dunia manusia… meski ia merasa lelah.

Sweet Home [Proofreading]

Judul: Sweet Home
Penulis: Adeliany Azfar
Penerbit: Haru
Genre: Remaja, Keluarga, Romance, Drama
Terbit: September 2014
Tebal: 360 halaman
Harga: Rp54.000,00

Sinopsis

Bagi Emily Cox, naik ke grade 11 sama dengan gejolak emosi yang tiada habisnya.

Matthew Cooper, pacar sekaligus temannya sejak kecil, memutuskan hubungan mereka.

Sementara Marion-Mary-Scott, sahabat dan tetangga sebelah rumahnya, terpaksa pindah dari Sweet Home ke kota lain setelah ibunya menikah lagi.

Saat Emily menyangka kehidupannya tidak bisa lebih buruk dari itu, puluhan pesawat kertas berisi curahan hati rahasia yang ia terbangkan ke teras rumah sebelah, yang semestinya ditujukan kepada Mary, hilang tiba-tiba!

Lalu muncullah Tyler Adams, tetangga baru yang dengan seenaknya selalu merecokinya dan membuat hari-harinya semakin menyebalkan.

Apa sih sebenarnya tujuan cowok itu?

[note: merupakan karya pemenang kompetisi menulis "100 Days of Romance" yang diselenggarakan Penerbit Haru di tahun 2013]

Pangeran Kertas [Editing]

Judul: Pangeran Kertas

Penulis: Syahmedi Dean
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: Metropop, Keluarga, Romance, Drama
Terbit: September 2014
Tebal: 224 halaman
Harga: Rp50.000,00

Sinopsis

Mungkinkah Nania jatuh cinta pada impian yang ia ciptakan sendiri? Mungkin. Nania hidup dalam kesepian panjang, di antara Papa, bintang televisi yang sangat tenar, dan Mama, ibu yang hancur karena ketenaran suami. Nania mencari cinta dalam puisi-puisi yang ia tulis, sampai ia jatuh cinta pada sosok yang ia ciptakan, seorang Pangeran Kertas yang berhati putih, yang bisa menerima keluh kesah apa pun dari Nania, yang di dadanya Nania bisa menumpahkan tinta kata-kata. Apa yang terjadi ketika Pangeran Kertas menjadi kenyataan? Mereka berdua beradu kata-kata indah di bawah rembulan, beradu tatapan mata bertukar cinta.

Bagaimana jika pangeran impian berhadapan dengan pangeran lain yang lebih nyata? Mana yang harus dimenangkan, impian atau kenyataan? Nania semakin digempur oleh dua pilihan, sangat membingungkan. Salah satunya selalu menyembuhkan ketika yang lain menyakitkan. Mana yang menyakitkan, impian atau kenyataan? Puisi-puisi Nania semakin mengalir ke hamparan kertas.

Nania berdiri di depan megahnya Taj Mahal, monumen cinta paling abadi di muka bumi, merasakan betapa beruntungnya dihujani cinta dan kasih sayang. Nania pun terseret ke Yogyakarta, tempat benteng-benteng tua yang bertahan melalui dera kenangan masa lalu. Mencintai dan dicintai. Impian dan kenyataan. Pilihan yang sulit namun tetap harus diambil, lalu suatu hari nanti pilihan tersebut akan menjadi kenangan berair mata.

Wednesday, 1 October 2014

Zero Class #2 Revelation [Editing]

Judul: Zero Class #2 Revelation
Penulis: Pricillia A.W.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: Teenlit, Persahabatan, Romance, Drama
Terbit: September 2014
Tebal: 296 halaman
Harga: Rp57.000,00

Sinopsis

Pertempuran babak kedua dimulai!

Gita optimistis akan memenanginya karena memiliki tiga senjata ampuh: sederet keberhasilan yang diraih pada pertempuran sebelumnya, kekompakan anak 11 IPS 4, serta Nathan yang mulai percaya padanya.

Tapi siapa sangka, gempuran dari kubu musuh makin bertubi-tubi, membuat pertempuran kali ini lebih berliku, memusingkan, dan meninggalkan perih. Guna menjauhkan Gita dari sasaran musuh, Nathan dan Radit memutuskan bekerja sama. Namun, rupanya ada seseorang yang lebih dulu menjaga Gita, seseorang yang berjanji melindungi Gita apa pun risikonya.

Celakanya, banyak korban berjatuhan. Persis setelah serangan terakhir diluncurkan, terkuaklah sepenggal masa lalu yang kemudian memetakan konflik tak masuk akal ini dengan jelas hingga semua orang memikirkan ulang apa yang selama ini mereka musuhi: Terjebak di kelas penuh kesialan atau... tanpa sadar dimanfaatkan seseorang untuk membalas dendam?

Thursday, 19 June 2014

Editor atau Proofreader... [emang beda??]

taken from here

[Postingan dalam rangka nggak ada kerjaan. Kerjaannya sih ada, tapi nggak bisa diunduh, hikss. *fakir wi-fi*]

Setahun lebih saya menjalani profesi ini sebagai pekerja lepas, dan pertanyaan mengenai perbedaan keduanya kerap saya dapatkan. Untuk merangkum bahwa saya melakukan keduanya, saya lebih suka menyebut diri sebagai pemeriksa naskah (boleh cek bio Twitter saya, a draft checker, hehe). Jadi, mau berbagi suka-suka (tidak terlalu teoritis) tentang perbedaan antara editor dan proofreader yaa. ^ ^

taken from here

Editor
Disebut juga sebagai penyunting naskah, yang menurut KBBI definisi penyunting adalah menyiapkan naskah siap cetak atau siap terbit dengan memperhatikan segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa (menyangkut ejaan, diksi, dan struktur kalimat); mengedit. Jadi, yang menjadi bahan pekerjaannya adalah naskah yang disusun oleh penulis. Naskah yang benar-benar fresh dari penulis, biasanya masih belum rapi dan tugas editorlah untuk merapikannya. Juga secara konten, penulis bisa saja menyusun cerita menurut keinginannya, tetapi adakalanya cerita itu masih memiliki celah dalam hal logika. Nah, tugas editor juga sebagai mata ketiga yang jeli melihat apakah cerita itu masih memiliki "lubang". Jadi secara teknis, editor membaca naskah dari penulis dan ketika ada hal-hal yang kurang logis atau kurang nyambung, maka editor akan langsung menandai, memberi komentar, dan meminta perbaikan dari penulis. Idealnya, editor tidak mengubah isi cerita, tugasnya hanyalah memberi saran dan selanjutnya penulis sendiri yang akan merevisi setelah mendiskusikannya dengan editor. Lalu, selain tentang isi cerita, seperti yang sudah saya bilang tugas editor juga merapikan naskah; dalam hal ini adalah struktur kalimat termasuk ejaan dan juga diksi. Perubahan struktur kalimat ini boleh langsung editor ubah selama tidak mengubah isi cerita. Namun tetap perubahan itu harus ditunjukkan kepada penulis, siapa tahu misalnya penulis ada maksud tertentu ketika menulis diksi yang menurut editor tidak sesuai. Jika sudah begitu, sekali lagi diperlukan diskusi untuk menemukan jalan tengahnya. Jadi secara ringkas, editor bertugas untuk memoles naskah mentah dari penulis hingga menjadi enak dibaca dan ceritanya pun asyik untuk diikuti.

taken from here

Proofreader
Disebut juga sebagai pemeriksa aksara, juga pemeriksa akhir naskah. Dalam sebutan yang pertama sudah jelas, bahwa proofreader lebih berfokus kepada aksaranya. Apakah dalam kalimat itu masih ada kata-kata yang salah eja, tidak sesuai kebakuan, maupun belum mengikuti aturan ejaan yang disempurnakan. Oh ya, proofreader juga wajib untuk memperhatikan tata letak naskah tersebut yang bisa berpengaruh pada pemenggalan kata. Proofreader tidak berkewajiban untuk mengomentari masalah isi cerita, tetapi sebenarnya ia juga melakukan sebagian dari tugas editor, yaitu membaca lagi apakah secara keseluruhan naskah tersebut sudah enak untuk dibaca. Jadi misalnya proofreader masih menemukan lubang dalam isi cerita, boleh juga ia memberi komentar untuk kemudian didiskusikan oleh editor dan penulis. Ibaratnya, proofreading adalah tes kualitas suatu produk. Objek pekerjaannya adalah naskah yang sudah diedit secara final, yang diharapkan sudah rapi, sehingga dari naskah yang rapi itu pekerjaan proofreader tinggal memeriksa lagi apakah masih ada yang terlewat. Ya namanya juga manusia kan bisa luput, apalagi editor sudah banyak berkutat dengan isi cerita, jadi masih mungkin ada salah tulis yang terlewat. :)

taken from here


Jadi, sudah tahu beda editor dengan proofreader?
  • Format naskah yang dikerjakan oleh editor biasanya soft copy dan masih berupa word document, jadi editor akan mudah melakukan perubahan yang terkait struktur kalimat, juga memberikan komentar kepada penulis berkaitan isi cerita. Format naskah yang dikerjakan oleh proofreader, yang pernah saya lakukan sih bisa soft copy bisa juga hard copy. Ada penerbit yang mengharuskan proofreader memeriksa naskah dalam bentuk cetak karena sudah langsung terlihat tata letaknya. Namun ada juga penerbit yang mengirim naskah dalam bentuk soft copy demi alasan kepraktisan. Saat dikirim dalam bentuk soft copy, awalnya saya dapat format pdf karena sudah terlihat tata letaknya. Tetapi karena pada perkembangannya saya masih sering menjumpai lumayan banyak koreksi, maka saya meminta naskah diberikan dalam format word document dulu. Namun tetap pemeriksaan dilakukan sampai format naskahnya final dalam bentuk pdf, sudah berikut tata letaknya.
  • Dalam proses memeriksa naskah, saya akan menjelaskan perbedaan keduanya dengan status pekerja lepas seperti yang saya alami sendiri. Editor akan menyetor hasil pemeriksaannya ke redaksi penerbit (editor in house), kemudian redaksi akan menyampaikan komentar-komentar editor kepada penulis (atau beberapa kali juga saya diberi akses langsung kepada penulis untuk berdiskusi). Proofreader akan menyetor hasil pemeriksaannya kepada redaksi penerbit, kemudian redaksi akan menyampaikan koreksi-koreksi dari proofreader kepada editor. Jika editor merasa koreksi dari proofreader tidak perlu diterapkan, maka ia juga harus memberikan alasannya. Misalnya, tentang pilihan kata yang diubah dan menurut editor itu sudah sesuai dengan alur ceritanya.
  • Karena lingkup pemeriksaannya berbeda, maka waktu pengerjaan yang diberikan pun berbeda. Editor tentunya memiliki waktu lebih banyak daripada proofreader, karena yang ia urusi adalah naskah mentah dari penulis. Melibatkan diskusi dan proses revisi dari penulis, biasanya sebulan adalah waktu yang paling cepat (bisa juga kurang dari itu sih, kalau kondisi "istimewa", hehe). Sedangkan proofreader karena ia memeriksa naskah yang sudah rapi dari editor, maka waktunya lebih sedikit, misalnya seminggu untuk sekali pengecekan. 
  • Apa yang dilakukan editor yang tidak dilakukan oleh proofreader? Mengkaji ulang alur dan kelogisan cerita. 
  • Apa yang dilakukan proofreader yang tidak dilakukan oleh editor? Memeriksa tata letak naskah secara final.
  • Apa yang dilakukan oleh keduanya? Mengkaji ulang masalah struktur kalimat; memastikan tidak ada salah tulis, penyelewengan dari KBBI yang terlalu banyak, maupun ketidaksesuaian dengan EYD.
  • Perbedaan terakhir adalah... honor. Hehe, karena lingkup pemeriksaan editor lebih luas daripada proofreader, maka tentu honornya lebih besar. Kebijakan tiap penerbit berbeda dalam hal menentukan honor. Ada yang berdasarkan jumlah halaman atau jumlah karakter, dikalikan dengan nominal tertentu. Jadi misalnya nominal pengali untuk editor adalah Rp1.000,00 untuk proofreader hanya Rp500,00. Ada juga penerbit yang langsung menetapkan honor untuk satu naskah dengan jumlah tetap.
Kiranya itulah perbedaan antara editor dan proofreader yang bisa saya bagikan. Jika ada yang kurang dimengerti atau mau memberi tambahan, jangan sungkan untuk meninggalkan komentar di bawah, ya! :)


Tuesday, 10 June 2014

Bordeaux Tiga [Editing]

Judul: Bordeaux Tiga
Penulis: W. Mahdayani
Penerbit: Grasindo
Genre: Fiksi perjalanan, dewasa muda, romance, persahabatan
Terbit: Juni 2014
Tebal: 288 halaman
Harga: Rp50.000,00

Sinopsis

“Bordeaux? Kota tua bergelimang anggur! Kau bisa menemukan anggur dengan harga lebih murah dari air mineral, atau bahkan sebotol yang harganya sama dengan tiket pesawat keliling dunia!”

Kelana, seorang perempuan dari keluarga kelas menengah di Jakarta, memperoleh beasiswa untuk kuliah di Bordeaux, Prancis. Kesempatan ini membawanya menjalin persahabatan dengan Dewa, sesama mahasiswa Indonesia. Dia juga bertemu dengan GĂ©rard, Alexandrine, dan Th i Th uy; teman sekelas yang mengajarkannya bahwa persahabatan tak berbatas sekat warga negara, budaya, bahkan agama. Serta, pertemuan dengan Ajisaka, mahasiswa idealis yang menyeretnya dalam gelombang perasaan tak berujung.

Bordeaux Tiga menceritakan impian hidup, cita-cita, persahabatan, dan cinta. Semuanya dikisahkan di antara lorong-lorong kota tua Bordeaux, sudut-sudut Barcelona, barisan hutan pinus Himalaya, asap dapur jalanan Delhi, dan labirin kota Paris. Dalam pencarian jati diri dan proses pendewasaan hidup yang dialami Kelana.

Saturday, 7 June 2014

Works' Update!!!

pic from here

Artikel ini memuat apa yang sedang saya kerjakan sekarang, sebagai pengingat diri sendiri juga, dan akan selalu diperbarui sesuai perkembangan pekerjaan-pekerjaan tersebut. :D

Daftar kerjaan per tanggal 27 Desember 2013:
  • Proofread akhir naskah novel terjemahan. (must finished by today!)
  • Proofread kedua naskah  novel terjemahan (dikerjakan kalau yang di atas udah selesai!)
  • Lanjut edit kedua naskah novel lokal, dikerjakan setelah kedua kerjaan di atas selesai, and will need more times to cut some parts in the draft. ^^
Semangaaatt!!!

Update kerjaan per 31 Desember 2013:
Tutup tahun, nih, mulai kemarin (tgl 30) lanjut ngedit naskah yang sempat kepending. I may called it a hardcore editing, haha. Habisnya, aku diberi kebebasan untuk memangkas bagian-bagian di naskah ini, karena di awal baca aku bilang too much description. Update-nya, sekarang masuk halaman 93 dari total 217 halaman (ukuran A4 lho ya, belum di-layout, hoho!). Wish me luck, guys

Sementara dua kerjaan proofreading sudah saya serahkan ke penerbit, satunya sih statusnya sudah proofreading akhir tapi saya masih nemu beberapa revisi, entah deh apakah akan diminta baca lagi ataukah sudah cukup. Satunya lagi sudah proofread kedua, dan menurut saya masih perlu proofread ketiga, jadi saya tunggu kelanjutannya juga dari penerbit. ^^
Happy last day in 2013, everyone!! *smooch*

UPDATE 01 FEBRUARI 2014

Wohooo! Sudah tahun baru dan sudah bulan kedua di 2014, hihi. Maaf baru update lagi. Sekarang saya sedang mengedit naskah novel dari Grasindo. Istimewanya, ini adalah salah satu naskah favorit dari kompetisi menulis Publisher Search for Authors di tahun 2013. Cool, saya merasa beruntung dikasih kepercayaan mengedit naskah pemenang lomba. Sekarang sudah tinggal 62 halaman lagi, dan sejauh ini ceritanya memang kece. Ganbatte!!

Update 15 Februari 2014

Whooosaaahh!! Lagi menyantaikan diri setelah semingguan berkutat dengan dua naskah dari dua penerbit yang sama-sama minta cepat! Hihihi, so here goes the update:
  1. Baru menyelesaikan proofreading naskah novel lokal, dan tinggal tunggu rilis aja
  2. Dua hari lalu baru menyelesaikan proofreading kedua untuk naskah terjemahan, dan berhubung menurut saya masih perlu sekali lagi dibaca terakhir kali... jadi masih tunggu respons balik dari penerbit setelah file terakhir dibenerin.
  3. Tadi siang baru juga memeriksa akhir satu naskah lokal nonfiksi, dan hanya tinggal nunggu pengumuman rilis bukunya. ^^
  4. Lalu masih ada PR lainnya seperti: lanjut ngedit naskah lokal fiksi yang sudah lumayan lama ditinggalkan demi menyelesaikan naskah lain yang lebih urgen, mau mulai baca naskah baru yaitu novel lokal, dan masih menunggu satu naskah terjemahan yang minggu lalu sudah selesai proofread pertama dan masih menunggu koreksi dari editor.
DAN... setelah mempertimbangkan beberapa pekerjaan yang masih berlangsung tersebut (tentunya juga setelah menghitung pemasukan uang di depan mata, hehe) maka memutuskan di bulan Februari ini berhenti menerima kerjaan baru dan fokus kerjakan yang di atas; baru terima kerjaan baru lagi di bulan Maret 2014. Memang belum ada tawaran baru juga, sih, tapi ini sebagai pengingat pribadi saya. Ceritanya tutup toko dua minggu nih... biar kerjaan yang masih ada bisa lebih maksimal. Doakan saya yaa! ^^

Update 01 Maret 2014
Wih, sudah masuk bulan ketiga aja nih! Mau rekap dulu ah kerjaan yang sudah terselesaikan di bulan Februari:

Proofread: Dua naskah: Wishing Her to Die, segera terbit bulan ini; dan satu naskah Jepang terjemahan yang masih belum bisa disebut judulnya. ^^v

Proofread + twit promo: Satu naskah: My Journey Begins, sekaligus bikin 12 twit untuk promosi di nulisbuku.com.

Editing + proofread: Satu naskah: 7 Divisi, pemenang PSA 2 yang dijadwalkan terbit awal Maret 2014.

Editing on progress: Dua naskah: satu naskah lokal dengan genre fiksi perjalanan sudah masuk editing kedua dan sekarang masih diperiksa lagi sama penulisnya; dan satu naskah lokal bergenre remaja, roman baru editing 1 selesai kemarin dan masih  dibaca sama penulisnya. 

Okay, berarti PR di bulan Maret ini:

  1. Sedang jalan editan kedua naskah Metropop, minggu lalu dikasih dan kemarin baru sempat kubaca, sekarang masih jalan halaman 70-an dari total 160-an halaman A4.
  2. Menyelesaikan naskah lokal fiksi perjalanan, tentunya setelah editan kedua dikembalikan sama penulisnya.
  3. Lanjut editan kedua naskah lokal remaja, setelah dikembalikan penulisnya, targetku akhir bulan ini selesai semua karena pihak Penerbit penginnya April sudah terbit.

Hm, sudah nih cuma jalan tiga naskah, berarti buka toko lagi nih... siap-siap buka toko lagi alias cari orderan kerjaan baruu. Semangat! ^_^ 

Update 07 Juni 2014
Haai! It's been a looong while since I gave my last update about my work! Hehehe. Wah, sudah masuk pertengahan tahun nih. Dan aku bersyukur Tuhan masih memberikan kesempatan dan kepercayaan untuk bekerja di bidang pengecekan naskah buku. Nah hari ini aku kangen ngasih update kerjaanku nih.... Akan ada dua update, yang pertama update naskah yang sudah selesai aku kerjakan dan sedang menunggu rilis dari penerbit, dan yang kedua update naskah yang sedang aku kerjaan. Here we go!

~ Naskah-naskah yang menunggu waktu rilis:

  1. Novel lokal teenlit dengan genre persahabatan dan misteri.[editing]
  2. Novel lokal dewasa muda dengan genre perjalanan dan romance. [editing]
  3. Novel lokal bergenre Metropop! [editing]
  4. Novel lokal teenlit dengan genre sekolah, persahabatan dan romance. [editing]
  5. Novel Mandarin terjemahan dengan genre romance. [proofreading]
  6. Novel Jepang terjemahan dengan genre fantasi, misteri dan komedi. [proofreading]
~ Naskah-naskah yang masih dalam proses pengerjaan:
  1. Novel lokal bergenre romance, fiksi-ilmiah. [sedang masuk editing kedua]
  2. Novel Jepang terjemahan bergenre medis, romance. [baru proofreading pertama]
  3. Novel Korea terjemahan bergenre romance [sudah proofreading kedua]
  4. Novel Korea terjemahan bergenre fantasi, romance [baru proofreading pertama]
  5. Novel lokal bergenre keluarga, romance [yang ini baru terima naskahnya kemarin baru akan mulai editing pertama]
Nah itu dia yang bikin aku semangat, baik untuk menantikan terbitnya naskah-naskah yang kuperiksa, juga untuk menyelesaikan naskah yang sedang dalam proses. ^^ Oh dan lagi, ada beberapa hal menarik baik mengenai naskah dan juga penulis yang bekerjasama denganku. Misalkan saja, aku memeriksa naskah yang ceritanya seru, tema yang belum pernah kubaca sebelumnya dan aku sangat menikmati alurnya meski harus tetap teliti mengoreksi. :D 

Juga, saat mengedit aku bekerja sama dengan penulis yang pernah kubaca novelnya sekali, ada juga penulis yang pernah menerbitkan banyak buku di penerbit yang sama tempat dua bukuku diterbitkan *ups! hihihi*. Daaan, naskah terbaru yang kuterima adalah dari penulis yang aku sudah baca tiga novelnya, pernah ketemu dan ngobrol langsung di sebuah acara ketemu penulis, PLUS aku pernah bikinin artikel buat dia di blogku! Hihihi, berhubung aku belum mulai ngedit jadi dia belum tahu sih kalau aku yang memeriksa naskahnya. Semoga sih masih ingat, karena terakhir ketemu saat di KGF dia juga masih mengingatku saat aku menyapa. *uuups! hehehe* Bukan berarti penulis-penulis yang sebelumnya tidak menarik, tapi aku antusias aja memeriksa naskah dari penulis yang karyanya sudah kuakrabi. :D

So, itulah update terkini dari pekerjaanku. I got to move more and mooree enthusiastic ! 
^ ^ 

Thursday, 5 June 2014

Girls in the Dark [Proofreading]

Judul: Girls in the Dark
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Genre: Novel Jepang terjemahan, drama, misteri, thriller, romance, remaja
Terbit: Juni 2014
Tebal: 283 Halaman
Harga: Rp52.000,00

Sinopsis

Apa yang ingin disampaikan oleh gadis itu...?

Gadis itu mati.

Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati.
Di tangannya ada setangkai bunga lily.
Pembunuhan? Bunuh diri?
Tidak ada yang tahu.
Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu.

Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi....

Kau... pernah berpikir ingin membunuh seseorang?

People Like Us [Proofreading]


Judul: People Like Us
Penulis: Yosephine Monica
Penerbit: Haru
Genre: Novel Indonesia, drama, romance, remaja, sick literature
Terbit: Juni 2014
Tebal: 330 Halaman
Harga: Rp54.000,00

Sinopsis

Akan kuceritakan sebuah kisah untukmu.
Tentang Amy, gadis yang tak punya banyak pilihan dalam hidupnya.
Serta Ben, pemuda yang selalu dihantui masa lalu.

Sepanjang cerita ini, kau akan dibawa mengunjungi potongan-potongan kehidupan mereka.
Tentang impian mereka,
tentang cinta pertama,
tentang persahabatan,
tentang keluarga,
juga tentang... kehilangan.

Mereka akan melalui petualangan-petualangan kecil, sebelum salah satu dari mereka harus mengucapkan selamat tinggal.

Mungkin, kau sudah tahu bagaimana cerita ini akan tamat.

Aku tidak peduli.

Aku hanya berharap kau membacanya sampai halaman terakhir.

Kalau begitu, kita mulai dari mana?

[note: merupakan karya pemenang kompetisi menulis "100 Days of Romance" yang diselenggarakan Penerbit Haru di tahun 2013]

Saturday, 3 May 2014

Who Are You? [Proofreading]

Judul: Who Are You?
Penulis: Lim Eun Hee
Penerbit: Haru
Genre: Novel Korea terjemahan, drama, sad romance
Terbit: April 2014
Tebal: 320 Halaman
Harga: Rp59.500

Sinopsis

Song Ah Ri

Siapa pria itu? Pria yang sanggup memberi cinta sehangat itu?

Selama ini, Ah Ri selalu bermimpi tentang seorang pria yang tak dikenalnya. Sampai akhirnya secara tak sengaja ia bertemu dengan pria itu, dan Ah Ri pun yakin bahwa mimpi-mimpinya tersebut adalah suatu “ramalan”.

Yoon Ian

Jangan menangis lagi. Mengapa kau sering sekali menangis?

Song Ah Ri hanyalah seorang gadis yang baru kemarin Ian kenal. Jadi… mengapa gadis itu bisa mengatakan suka padanya? Lalu… bagaimana ia bisa tertidur di samping gadis tersebut?

Kim Gana

Maafkan aku, Gyu Wan....

Kematian Gyu Wan—teman baik Yoon Ian sekaligus kekasih Kim Gana—beberapa tahun lalu masih membuat hati wanita itu terperangkap. Gana pun tak bisa begitu saja mengaku bahwa sebenarnya Ian-lah yang ia cintai. Namun, setelah percobaan-percobaan bunuh diri Ian serta pertemuan pria itu dengan seorang gadis aneh dan mencurigakan, Gana tahu dirinya harus segera bertindak.

Friday, 18 April 2014

Telaga Rindu [Editing]

Judul: Telaga Rindu
Penulis: Netty Virgiantini
Penerbit: Grasindo
Genre: Fiksi, Remaja, Drama, Romance, Misteri, Keluarga, Persahabatan
Tebal: 162 Halaman
Terbit: April 2014
Harga: Rp35.000,00

Sinopsis

Setelah tiga bulan lamanya pergi tanpa kabar dan alasan yang jelas, Dipa tiba-tiba menghubungi Nala. Ia berjanji untuk datang menemui Nala di suatu tempat yang telah mengukir kenangan indah mereka berdua ketika menautkan hati.

Dalam suasana syahdu Telaga Sarangan, sepanjang hari Nala terbelenggu rasa resah dan gelisah. Menanti-nantikan saat ia dapat melihat kembali sosok yang selalu membayangi hari-harinya, dalam belitan rasa rindu yang selama ini coba diredamnya dalam diam.

Entah mengapa, tiba-tiba ada ragu yang terasa mengganggu. Menyelinap begitu saja bercampur keresahan dan kegundahan. Dalam luapan rasa suka yang sempat mencerahkan hati Nala, ada satu pertanyaan serupa firasat yang mengusik batinnya, sampai waktu menjelang tengah malam tiba. Apakah Dipa akan menepati janjinya…?

*note: kebijakan Grasindo adalah hanya mencantumkan nama editor tetap di data buku, jadi nama saya tidak tercantum di sana karena berstatus freelance. :)

Tuesday, 18 March 2014

The After-Dinner Mysteries [Proofreading]

Judul: The After-Dinner Mysteries
Penulis: Higashigawa Tokuya
Penerbit: Haru
Genre: Kumpulan cerpen, Jepang terjemahan, Komedi, Deetektif, Misteri
Terbit: Maret 2014
Tebal:
Harga: Rp59.000

Sinopsis
Menyelesaikan kasus sepele seperti ini saja tidak bisa, apakah Tuan Putri sebenarnya bego?”
Kenapa ada mayat bersepatu bot di kamar yang berlantai kayu?
Kenapa ada racun dalam botol anggur yang masih tertutup rapat?
Kenapa ada mayat yang tinggi badannya bisa menyusut?
Hosho Reiko adalah putri tunggal pemilik Grup Perusahaan Hosho yang kaya raya. Gadis ini harus menyelesaikan berbagai kasus pembunuhan yang misterius itu bersama atasannya, Komandan Kazamatsuri. Sialnya, Komandan Kazamatsuri ini tidak bisa diandalkan!
Reiko yang belum lama menjadi penyelidik di Kepolisian Kunitachi akhirnya hanya bisa mengeluh pada pelayannya, Kageyama.
Namun, pelayan tampan ini justru mengejeknya habis-habisan. Tapi, mau bagaimana lagi…. Hanya Kageyama yang bisa memecahkan misteri kasus-kasus pembunuhan itu dengan analisis jitunya.
Nikmati tingkah konyol mereka dalam tujuh cerpen komedi detektif ini!

Wishing Her to Die [Proofreading]


Judul: Wishing Her to Die
Penulis: Jung Soo Hyun
Penerbit: Haru
Genre: Novel Korea Terjemahan, Drama, Fantasi, Misteri, Romance
Terbit: Maret 2014
Tebal: 408 Halaman
Harga: Rp 67.000

Sinopsis
Kepada Lee Min-ah.
Salam kenal. Aku Yoon Jae-hee. Meski sulit dipercaya, sekarang aku ada di dalam tubuhmu.

Jae-hee
Nasibku sungguh sial: pacarku meninggalkanku, aku tidak lulus audisi musikal, ditambah lagi aku mati ditabrak truk.
Tapi aku mendapat kesempatan untuk merasuki tubuh orang lain meskipun hanya sehari, dan aku mengambil kesempatan itu.
Boleh, kan? Hanya satu hari saja.


Min-ah
Orang pikir aku memiliki segalanya: karier sebagai pengacara di firma hukum raksasa Korea, kecantikan, dan kekayaan. Tapi, aku masih terikat dengan masa laluku. Aku harus menyelidiki semuanya sampai tuntas. 
Namun, kenapa aku membuang waktu mengikuti audisi musikal yang bahkan tak bisa kuingat? Ke mana ingatanku selama beberapa jam itu? Jae-hee? Siapa Jae-hee?
Kenapa sepertinya dia menginginkan tubuhku selamanya?

Tuesday, 4 March 2014

7 Divisi [Editing]

Judul: 7 Divisi
Penulis: Ayu Welirang
Penerbit: Grasindo
Genre: Fiksi, Petualangan, Misteri (pemenang Pubsliher Search for Authors 2)
Tebal: 202 Halaman
Terbit: Maret 2014
Harga: Rp40.000,00

Sinopsis
... 7 hari. 7 pribadi. 7 alasan. 7 kemampuan: 7 Divisi ...

Surat-surat perekrutan misterius menghampiri tujuh anak manusia dengan latar belakang berbeda. Surat tersebut datang kepada mereka masing-masing dengan cara yang tak sama. Gitta, Ichan, Tom, Ambar, Dom, Bima, dan Salman. Tujuh orang ini tak pernah menyangka akan dipertemukan dalam suatu ekspedisi besar, dengan divisi sesuai kemampuan mereka masing-masing.

Pertemuan yang mengubah segalanya. Mengubah ritme hidup, mengembalikan masa lalu, dan menghilangkan yang lain. Berbagai kejadian menegangkan dan misteri-misteri mulai bermunculan ketika mereka mencoba menaklukkan sebuah gunung keramat. Rupanya, ada seorang lelaki misterius di balik ekspedisi besar itu. Dan ketika mereka menyadari sesuatu sedang terjadi, mereka sudah terlambat.

Ketika tim ekspedisi ini mulai solid, satu per satu dari mereka mulai disesaki tragedi. Mereka terpaksa dihadapkan pada pilihan pelik; kehilangan satu orang... atau satu tim sekaligus.

Dapatkah mereka menuntaskan ekspedisi ini? Dan akankah mereka tetap kembali utuh saat pulang?

*note: kebijakan Grasindo adalah hanya mencantumkan nama editor tetap di data buku, jadi nama saya tidak tercantum di sana karena berstatus freelance. :)


Monday, 3 March 2014

My Journey Begins [Editing]


Judul: My Journey Begins
Penulis: Nelda
Penerbit: nulisbuku
Genre: Nonfiksi, Perjalanan
Terbit: Maret 2014
Tebal: 110 Halaman
Harga: Rp35.000,00

Sinopsis
My Journey Begins merupakan buku pertama karya Nelda yang berisi kisah perjalanannya di empat negara di Benua Eropa, yaitu Norwegia, Jerman, Rusia, dan Inggris Raya. Buku ini memuat pengalaman menarik, pertemuan dan interaksi Nelda dengan berbagai manusia dari berbagai latar belakang negara, budaya, juga karakter; serta hal-hal unik yang dia temui di setiap tempat yang disinggahi.

Peringatan: Buku ini bukan buku panduan mengadakan perjalanan. Tapi jika kalian menganggap mengunjungi dan tinggal di Benua Biru adalah satu hal yang menjadi impian semua orang, maka kalian harus membaca buku ini! 

Friday, 28 February 2014

The Publisher - partner


Ini adalah beberapa penerbit buku yang sampai sekarang masih aktif mempekerjakan saya dengan status freelancer...


Penerbit Haru
Penerbit Gramedia Pustaka Utama


Semoga sih di tahun ini, selama masih berstatus freelancer, bisa menambah klien penerbit lain. Bisa menambah ilmu dan pemasukan juga tentunya! Huehehe. :)




Tuesday, 25 February 2014

Naskah Jadi Buku, Gimana Caranya?

pic taken from nerbitkanbuku.com

Nah saya lagi rileks nih habis ngecek satu naskah. Dan pengin berbagi tentang proses suatu naskah bisa jadi buku, termasuk hak-hak penulis. Yang ingin saya bagikan adalah berdasarkan pengalaman saya baik sebagai penulis, editor, juga dari sharing dengan teman-teman penulis. Tapi tenang saja, yang saya bagikan adalah bersifat umum, nggak ada yang bermaksud membocorkan rahasia dapur suatu penerbit atau mendiskreditkan penerbit tertentu, kok. Feel free to comment or criticize this article, and I hope it'll give useful information for you, writer wannabe! ^^.

Langkah Pertama: Tulis Naskahmu dan Siapkan!
Ya iya sih yang ini jelas banget, apa yang mau dikirim coba kalau naskahnya aja belum ada? Hehe. Dalam hal penulisan saya nggak bisa kasih banyak saran, yang jelas menulislah dengan cara ternyamanmu. Tema yang sekiranya kamu kuasai dan kamu nggak akan stuck kelamaan saat menulisnya. Sangat disarankan membuat sinopsis utuh dan juga outline terlebih dahulu yang berisi gambaran isi tiap bab di naskahmu. :) Lalu, setelah naskah selesai, tes ombak juga alias kirim ke beberapa teman untuk dibaca dan minta pendapat mereka. Jangan hanya puas dengan satu teman yang memuji atau memberikan beberapa saran, kirim lagi ke teman lain yang kayaknya selera atau pemikirannya beda dengan teman yang tadi. Pokoknya, kumpulkan saran sebanyaknya dari teman, tapi ingat saat merevisi lagi tetap sesuai kenyamananmu ya! Pendapat teman nggak harus diterapkan semuanya kok!

Jangan lupakan self edit! Baca lagi kata per kata di naskahmu pelan-pelan dan teliti, perbaiki typo, juga selalu ngecek ejaan kata dengan KBBI ya. Memang tugas editor adalah merapikan naskah, tetapi kerapian naskah yang diajukan penulis juga jadi salah satu pertimbangan redaksi lho. Sudah merasa naskah rapi, berikut yang biasanya harus disiapkan untuk dikirimkan ke penerbit selain naskah utuh tentunya:

Proposal yang berisi:
  1. Data diri, yaitu data umum tentang dirimu. Jangan lupa alamat dan nomor kontak harus update yah. Well meski alamat tempat tinggal dan nomor telepon ada kemungkinan berganti, setidaknya e-mail jangan ganti-ganti dong! Dan juga tulis profil singkat dirimu, misalnya kegiatanmu sekarang apa saja, dan ada prestasi apa di bidang penulisan (kalau ada). :)
  2. Sinopsis utuh yang berisi dari awal sampai akhir naskahmu menceritakan apa sih? Sampai akhir ceritanya juga lho, bukan sinopsis yang mengandung pertanyaan seperti yang biasanya ada di kover belakang. Sinopsis juga jadi saringan pertama redaksi sebelum tertarik membaca keseluruhan naskah.
  3. Setelah sinopsis dirasa menarik, outline juga diperlukan, yaitu rincian tiap bab di naskah isinya akan tentang apa? Hal ini dirasa perlu jadi naskahmu dilihatnya kuat dan nggak bertele-tele atau mbulet misalnya penjabaran babnya. :)
  4. Keunggulan naskahmu apa? Ini untuk meyakinkan penerbit bahwa mereka harus mempertimbangkan naskahmu, tulis apa sih bagusnya naskahmu? Misalnya, bisa dimulai dengan genre naskah ini apa (kalau novel, apakah romansa, komedi, fantasi)? Segmen pembaca yang disasar, juga apakah ada pesan-pesan yang ingin disampaikan kepada calon pembaca. Nggak perlu bertele-tele, buat semenarik mungkin dengan kalimat yang ringkas. ^^
  5. Apakah ada buku lain yang menjadi pesaing bukumu? Misalnya, buku dengan genre atau tema cerita yang sama? Sebutkan jika ada.

Langkah Kedua: Kirim Ke Mana?
Saya kok yakin ya calon penulis pastilah pembaca-pembaca yang juga memiliki penerbit favorit. Malahan, sudah memimpikan untuk bisa tembus penerbit tertentu. Bener, nggak? :D Itu sah-sah saja, kok, bahkan harus menurut saya. Dengan memiliki patokan penerbit yang diincar, maka akan memudahkan penulis untuk 'mengikuti' kekhasan penerbit tersebut saat menulis naskahnya. Namun yang saya sarankan, sebelum mengirimkan ke penerbit tertentu, cari tahu dulu sebanyak-banyaknya tentang penerbit tersebut, kalau bisa sih dari penulis yang sudah menerbitkan karyanya di sana. Hal ini akan berkaitan dengan hak penulis, nanti akan saya bagikan juga. Jadi, bagaimana cara mengirim naskah ke penerbit? Ya 'gampang', sih, ikuti saja ketentuan di penerbit yang dituju, hehe. Hari gini informasi banyak dan mudah diakses, kok, penerbit juga semakin terbuka akan proses penyeleksian naskah bukunya. Syarat dan ketentuan dapat dibaca di web penerbit biasanya. Ada yang mengizinkan kirim via e-mail alias soft copy-nya saja, ada yang hanya memperbolehkan kirim dalam format print out. Sangat tidak disarankan untuk menabrak peraturan standar yang sudah mereka tetapkan. Juga masalah teknis seperti jumlah halaman minimal dan maksimal, ukuran huruf, jenis kertas, jenis huruf; perhatikan baik-baiklah syarat dari penerbit yang bersangkutan. Patuhi, karena itu juga merupakan seleksi awal. :)

Kirim berapa banyak naskah? Nah untuk hal ini, saya sempat memiliki pemikiran yang salah yang untungnya belum sempat saya aplikasikan! Dulu saya berpikir, kirim naskah ya sama saja dengan melamar pekerjaan. Kirim saja naskah yang sama ke beberapa penerbit sekaligus, tinggal tunggu penerbit mana yang meresponi duluan, kan? Namun ternyata hasil ngobrol dengan beberapa teman dan juga dengan orang penerbit, yang kayak gitu nggak etis! Yup, kirim satu naskah saja ke satu penerbit; tunggu sampai mereka memberi penolakan baru tarik naskah dan kirimkan ke penerbit lain. Atau, jika sudah lama banget nggak diberi jawaban, lewat dari masa tunggu yang mereka janjikan, bolehlah kita menanyakan kabar naskah kita dan kalau tetap nggak digubris, barulah kita menyatakan menarik naskah kita karena akan dikirim ke penerbit lain. Yang penting jangan sampai menarik naskah dengan alasan "sudah diterima oleh penerbit lain", apalagi masih dalam masa tunggu yang dijanjikan penerbit. Wah, bisa masuk daftar hitam tuh untuk pengiriman selanjutnya. :(

Berapa Lama Aku Harus Menunggu?
Biasanya, penerbit akan mengonfirmasi kalau naskah kita telah masuk ke redaksi dan mereka akan memberikan jangka waktu tertentu untuk memberikan jawaban. Hm, misalnya diberikan waktu tiga bulan. Nah selama tiga bulan itu ya silakan terus berharap dan berdoa akan satu penerbit itu. Kalau sudah lewat tiga bulan dan nggak dikabari juga, boleh banget kok nanyain. Penerbit mungkin saja terlambat karena kesibukan redaksi, dan kita juga nggak mau digantung gitu aja, kan? Tapi ada juga lho naskah yang sudah setahun baru dikabari kalau diterima. Kalau sudah begitu sih memang urusan jodoh yaa, hehe. Jadi dalam hal ini aku kembalikan ke teman-teman, apa masih mau terus menunggu di satu penerbit meski lama nggak dikasih jawaban, atau menarik naskah itu untuk dikirim ke penerbit lain. :) Naskah kalian sendiri, tentu kalian sendiri yang punya feeling mau diapakan. :D

Langkah Ketiga: Hore! Naskahku Diterima!! 
Yay!! Senang rasanya begitu tahu naskah kita diterima oleh penerbit yang kita incar! Lalu, langkah berikutnya apa nih? Siap-siap nungguin bukunya nongkrong di toko buku beken? Ya nggak secepat itu dong! Hehe, masih ada beberapa tahap lagi. Bersabar yaa! Yang pertama yang harus diketahui, apakah penerbit beneran menerima naskah itu apa adanya, atau dengan catatan-catatan tertentu? Misalnya, penerbit bilang suka dengan naskahmu tapi ada hal-hal yang harus direvisi di kontennya. Nah baca dan dengar baik-baik masukan dari penerbit. Bagaimanapun, kita yang tahu sendiri napas dari naskah kita. Meski begitu, penerbitlah yang tahu pasar. Misal saja penerbit memberi masukan agar gaya bahasanya lebih ke anak muda, atau bagian cerita tertentu sebaiknya dipangkas, atau masukan apa pun lah! Selama belum  ada kesepakatan apa-apa, renungkan dulu apakah kira-kira perubahan yang mereka minta masih bisa kamu penuhi dan sesuai hati nuranimu? Jika tidak, saranku sih nggak usah dipaksa ya, mending cari penerbit lain. Tapi jika kamu memutuskan perubahan yang mereka minta masih sesuai dengan yang ingin kamu sampaikan di naskah, berikutnya adalah tanda tangan kontrak. Ada beberapa hal secara garis besar yang perlu diperhatikan dalam kontrak:
  1. Kesepakatan royalti yang akan diterima penulis. Idealnya adalah 10% dari harga jual merupakan hak penulis. Dan ini juga belum dikurangi pajak penulis lho; 15% untuk yang punya NPWP, 30% untuk yang nggak punya NPWP (buruan urus!). Royalti masing-masing penerbit beda-beda, sih, tapi persentase tersebut adalah yang umum terjadi. Jadi dibaca baik-baik, ya. Atau mungkin ada kesepakatan lain seperti beli putus (penerbit membayar nominal tertentu untuk beli naskahmu dan setelah itu kamu nggak dapat apa-apa lagi dari hasil penjualan), uang muka, atau jenis pembayaran lain untuk menghargai naskahmu. Baca baik-baik ya!
  2. Batas waktu pengerjaan naskah. Memang, setelah naskah diterima, proses pengerjaannya nggak bisa langsung setelah tanda tangan kontrak; tergantung kesibukan redaksi penerbit yang bersangkutan. Tapi, nggak mungkin juga naskahmu didiamkan atau dibuat antre tanpa batas waktu tertentu, kan? Di kontrakku ada tertulis kalau penerbit wajib mengerjakan naskahku sampai jadi buku maksimal atau paling lambat 18 bulan setelah naskah revisi kuserahkan (maksudnya dari naskah awal diterima kan diminta revisi, nah kapan aku menyerahkan lagi naskahku itu yang jadi batas awal pengerjaan penerbit^^). Perhatikan juga jangka waktu itu, jangan sampai kamu sendiri lupa atau malah marah-marah nggak jelas nantinya, nuduh penerbit ingkar janjilah, padahal batas waktunya aja masih belum berakhir. Hehe.
  3. Hak-hak lain penulis. Selain royalti, penulis juga berhak mendapatkan jatah buku, juga diskon tertentu untuk membeli bukunya sendiri. Misalnya, jatah bukuku 10 dan diskon yang kudapat jika aku beli bukuku di penerbit adalah 25%. Yang kayak gini kan juga penting, kita butuh juga buat promosi atau kasih ke orang-orang yang bantuin kita, kan. Kebijakan tiap penerbit beda dan contoh yang kuberikan nggak bisa dijadikan patokan, ya!
  4. Dan lain-lain. Saya rasa tiga hal di atas yang krusial di kontrak penerbitan buku. Tapi, poin-poin lain di kontrak juga diperhatikan baik-baik ya, jangan asal tanda tangan saking senengnya! Hehehe, be smart!
Langkah Keempat: Proses Pengerjaan Naskah
Tiap penerbit pasti beda-beda proses pengerjaan naskahnya. Tapi akan saya bagikan yang saya tahu secara umum dan juga idealnya bagaimana ya, menurut pengalaman sebagai penulis dan editor. :)

Kirim naskah ke penerbit --> Diseleksi oleh redaksi/editor --> Redaksi suka dan mengumumkan kalau naskah kita diterima tapi dengan beberapa catatan revisi --> Setelah tanda tangan kontrak penerbitan, penulis akan mulai merevisi naskahnya sendiri sesuai catatan dari redaksi --> Penulis mengembalikan naskah yang telah direvisi ke redaksi --> Editor yang ditunjuk penerbit akan membaca naskah yang telah direvisi. Untuk kesalahan penulisan seperti ejaan atau kebakuan, biasanya editor akan langsung merevisinya, tapi yang berkaitan dengan konten misalnya masalah alur, karakter, atau kelogisan cerita; maka editor akan memberikan catatan bagi penulis --> Penulis menerima naskahnya lagi dan merevisi lagi sesuai catatan editor--> Dikembalikan lagi ke editor, dibaca lagi oleh editor. Jika masih ada yang mengganjal maka akan didiskusikan dengan penulis, jika sudah oke masalah konten maka editor akan mengecek lagi kerapian penulisannya --> Dikirim ke setter/layouter --> Masuk pemeriksaan akhir alias proofreading. Bisa orang yang sama dengan yang mengedit yang melakukannya, atau orang yang berbeda --> Sudah oke dari proofreader, di-layout ulang sesuai koreksi proofreader --> Dikirim lagi ke penulis untuk minta persetujuan cetak. Di tahap ini penulis mohon untuk membaca lagi naskahnya baik-baik, jangan sampai ada kesalahan penulisan --> Penulis memberikan persetujuan cetak --> Diskusi masalah desain kover. Pihak yang terlibat adalah editor, penulis, dan desainer kover. Penerbit yang baik akan memberikan kesempatan bagi penulis untuk menentukan rancangan kover bagi bakal bukunya --> Kover sudah oke, maka penerbit akan memproses naskah editan final dan juga rancangan akhir kover untuk masuk percetakan --> Selamat menunggu bukunya terbit! ^^

Nah gimana, ada yang bingung nggak sama proses pengerjaan naskah yang aku uraikan di atas? Semoga nggak membingungkan ya.... Dan ini beberapa hal yang menurutku harus diperhatikan penulis saat proses pengerjaan naskah:
  1. Naskah kita bukanlah satu-satunya naskah yang diproses oleh penerbit, jadi bersabarlah. Jika sudah menyerahkan naskah yang sudah direvisi, bersabarlah untuk menunggu tanggapan lanjut dari pihak editor. Maklumi saja, karena sebelum naskahmu datang pasti dia sudah mengerjakan naskah lain juga. Tapi, penerbit yang baik pasti dong punya target untuk naskah yang sudah diterima, jadi sah-sah aja sih untuk bertanya. Ya misalnya sudah lebih dari sebulan kok nggak ada kabar, tanyakan. Dan ketika editor menjawab, misalnya kira-kira dua minggu lagi, ya tunggulah sampai batas waktu yang dia tetapkan itu lewat, baru tanya lagi. ^^ Intinya: peduli terhadap naskah sendiri tapi jangan sampai ganggu penerbit ya.
  2. Proses yang saya uraikan di atas adalah menurut pengalaman saya sendiri, dan idealnya seperti itu. Tapi sekali lagi proses masing-masing penerbit beda lho ya. Mungkin saja ada penerbit yang melewatkan tahapan tertentu. Namun yang pasti, jangan sampai kita sebagai penulis sama sekali nggak tahu editan yang dilakukan penerbit terhadap naskah kita, dan tahu-tahu sudah siap cetak aja! Waduh, jangan yaa. Kalau perlu hal seperti ini sudah disepakati sebelum tanda tangan kontrak, harus tahu proses pengerjaan naskah di mereka kayak gimana sih? Tak ada terbitan yang sempurna memang, tapi kalau kita sendiri sebagai penulis nggak ikut ngecek tapi tahu-tahu pas terbit ada yang salah dan fatal di buku, kan, berabeee! >.<
  3. Be cooperative with publisher! Dalam hal ini, terutama dengan editor yang memeriksa naskahmu. Nah berhubung saya sudah mengalami jadi kedua pihak ini, jadi bolehlah sharing, hehe. Diskusi yang baik antara penulis dan editor itu hukumnya WAJIB. Di satu sisi, penulis yang tahu sendiri napas ceritanya, tetapi penulis memerlukan mata ketiga dan pemikiran yang lain agar naskahnya bagus dan dapat diterima masyarakat; dalam hal inilah peran editor. Tak jarang masukan dari editor malah membuat penulis protes, nggak mau naskahnya diubah seperti itu. Kalau terjadi hal seperti ini, lebih baik dibincangkan baik-baik dan dicari jalan tengahnya. Sebagai penulis, coba bilang baik-baik alasanmu mempertahankan hal yang ingin diubah editor. Dan editor yang baik juga akan mendengarkan, tidak akan frontal tetap minta ubah, dia akan membantu penulis berpikir alternatif lain. Nggak bisa bilang contoh persisnya, sih, tapi kalian akan tahu kalau sudah mengalami proses editing. :D Intinya, tepikan ego, be smart but wise also. Editor juga diburu tenggat waktu untuk mengerjakan naskah lain, nggak mau hanya berkutat dengan naskah kita, kok. Jadi ya nggak usah pakai ngotot, deh. Hihihi. ^^;
Hm, saya rasa saya sudah cukup berbusa deh menguraikan proses pengerjaan naskah. Bagaimanapun, ide awal penulis, menjadi naskah, dan kemudian saat penulis memutuskan untuk memublikasikannya, itu berarti penulis mengizinkan pemikiran-pemikiran lain ikut mengaduk-aduk naskahnya. Sebuah buku terbit bukan hanya karena satu kepala yaitu penulisnya, tapi juga kepala-kepala lain yang ikut membuatnya jadi layak terbit. So, keep humble, be cooperative, smart, but also wise. Nulis, yuk! ^^

ps: feel free to ask in comment and I'll answer if I can. ;)